7 september.
mutumanikam, 2 meter sebelah timur laut dari seorang teman yang sedang serius membaca kredit konten sebuah majalah gratis.
seharusnya,
musim ini dapat menghangatkan hati yang terlanjur mengkristal di celcius minus.
-->
hati gadis kecil bersepatu converse hitam tinggi yang semakin dingin.
juga hati bocah lelaki kecil berbajuhangatkan flanel itu yang terlalu melogikakan rasa; orang bilang sudah keterlaluan.
lihat! adam kecil itu tampak tergesa-gesa melangkah mondar-mandir, serasa ia tengah menaiki anak tangga dengan vektor undakan yang salah:
undakan itu mengarah turun.
psst! sementara intip si eva bocah, cuma termenung merenung beberapa detik ketika skup es krim di tangannya jatuh dari kon-nya, untuk selanjutnya memicingkan mata ke arah barat, tak habis pikir dengan tingkah si lelaki kecil yang menurutnya terlalu mengada-ada.
"dewa-dewi pastinya sedang jatuh cinta, sampai-sampai panah cupid mereka jadikan tusuk gigi; lupa mereka tembakkan ke ini hati," terka lelaki itu kegirangan dengan bola mata yang terus berputar-putar tak tentu arah.
ah, bocah itu masih belia, sudah mengertikah ia tentang cinta?
. . .
kerut kening bocah lelaki itu bertambah secara eksponensial seraya ia merasakan hangat tetes air di pipinya.
"ah, hujan," terkanya lagi.
Showing posts with label elementary-schooled eve. Show all posts
Showing posts with label elementary-schooled eve. Show all posts
Monday, September 7, 2009
Subscribe to:
Posts (Atom)
